Kebaikan yang berujung dosa

Tulisan ini tolong di tanggapi saja secara santai tak perlu otot sampai keluar.Namun jika anda pernah mengalaminya saya rasa dengan judul di atas adalah sudah sangat tepat.

Kita semua ingin menjadi orang baik di manapun dan kapanpun.
Karena kita merasa mampu memberikan dan mampu membantu orang lain dengan apa yang kita bisa dan kita miliki.
Namun terkadang memang kenyataan tak seperti harapan,dan seperti kata bang haji Rhoma Irama yang “terlalu” itu tidak baik.

Saya hidup di desa….bukan golongan orang kaya dan meninggikan tembok pembatas rumah.Semua orang bisa masuk ke rumah saya lewat jalan manapun dan kapanpun.
Kami memiliki MCK di belakang.Tak ada pintu untuk membatasi siapapun masuk dan “ngishing” di WC kami.
Di depan jamban ada kolam air untuk mengguyur tinja yang keluar dan bebersih alatnya(silit).
Betapa sangat mudah bukan…tak perlu repot mengeluarkan biaya membuat WC,tak perlu repot membawa air sendiri dari rumah…

Namun meski begitu..masih ada saja mereka yang sengaja tidak mau menyiram tinja mereka meski kolam air di depan mata.
Sekali dua kali dan tiga kali kami tidak masalah.
Namun ketika semua berlangsung berkali-kali rasanya tumbuh rasa jengkel di dalam hati.
Rasa jengkel itu berumur sekian tahun dan masih kami tahan.

Kapan hari saya memutuskan untuk memagar rumah bagian belakang,namun bapak saya menentang.
Dia bilang tidak usah….nanti di kira tidak bolah di pakai WC-nya.
Akhirnya rencana tersebut tidak jadi di laksanakan.

Tahun dan hari terlewati,namun manusia berhati dangkal itu tidak berhenti menguji kesabaran kami.Saya juga tahu dia sudah punya WC sendiri,tapi tetap ngising alias buang tinja di tempat kami.

Si sinilah yang saya sebut kebaikan yang berujung menjadi dosa.
Saya ngedumel begitu pula orang rumah…artinya tidak ada keiklasan dari kami lagi kan.
Justru kami mendapat dosa karena terus ngedumel.

Akhirnya hanya ada dua pilihan.

1.Terus ngedumel dan dosa
2.Merasa gak enak karena memagari WC.

Bagi saya pilihan nomer dua itu adalah langkah tepat.

Ini adalah satu dari sekian bentuk “kebaikan berujung dosa”,masih banyak yang lainya…

Sama seperti ketika saya memberi wifi gratis namun ketika lemot atau ngadat COCOT-nya bilang di matikan sama yang punya gak boleh di pake.
Hallo….ini wifi saya,terserah saya…mau saya matikan kek,mau saya pasword kek…itu urusan saya,saya yang bayar kan tiap bulan.

Naaaah… jadinya marah kan…dosa lagi bertambah.

Saya juga bukan orang yang baik dan selalu benar,tapi saya sejauh ini belum pernah melakukan 2 hal tersebut.Semua orang punya kekurangan dan kelebihan,namun mari kita bijak dalam bertetangga dan berteman.
Jangan suka di tolong orang lain,jika bisa tolonglah..
Jangan suka memanfaatkan kebaikan orang lain.
Jika kita tidak bisa membantu,paling tidak jangan merepotkan.

Salam…

Jangan takut terpuruk

Keadaan terpuruk bukan sebuah hal yang buruk,namun sebuah hal yang baik untuk mengetahui teman sejati kita.
Saudara sejati,dan berapa hal yang telah kita miliki,masih kita miliki,dan mungkin akan masih kita miliki.
Pada keadaan terpuruk,seorang sahabat/saudara sejatilah yang selalu ada di samping kita.
Karena pada saat terpuruk kita begitu asyik menyendiri hingga waktu yang “dulu” kita atur pun akan berlalu begitu cepat seakan tetap kurang untuk kita gunakan untuk merenung dan berfikir.
Saat itulah Tuhan begitu menyayangi kita dengan tetap memberi kehidupan yang pantas di ceritakan maupun tak layak di ceritakan.
Banyak diantara kita yang begitu pandai menikmati saat itu daripada saat tidak terpuruk.
Namun tak sedikit yang tak pernah mau menerima keadaan itu sehingga menjadikanya serasa asing dengan keadaan itu sampai ia pada titik jenuh dan benar-benar mengenaskan.
“Pasti ada hikmah di balik keterpurukan”,begitulah kata guru saya dulu.
Kamu akan punya banyak waktu untuk menikmati hidupmu sebagai orang lain,yaitu mereka yang dulunya kamu heran “kok bisa jalan-jalan padahal gak kerja”.
Selalu ada waktu untuk berkunjung ke rumah teman atau saudara jauh….walaupun hanya sebatas ngopi saja.
Inilah kehidupan,jangan menungu terpuruk untuk bersilaturahmi.
Jangan menunggu senggang untuk mengajak ngopi teman.
Jangan menunggu kaya baru bersedekah.
Jangan menunggu kaya baru bisa jalan-jalan.
Hidup memang begini adanya,jika terus menunggu untuk sebuah kebahagiaan,mungkin sampai mati kebahagiaan itu tidak datang.
Karena bahagia itu dekat dengan kita,sedekat tuhan mengambil nyawa kita.
Beberapa teman saya begitu sibuk menumpuk harta,bahkan tak peduli itu harta bagaimana asalnya,bagaimana gunanya,kapan menggunakanya.
Jika harta kita untuk jaga-jaga sakit,maka sebaiknya kita lebih banyak tersenyum dan berfikiran positif kepada orang sekitar,orang lain,daripada menumpuk harta lalu di tabung lewat bank atau asuransi.
Hidup secara biasa saja,saya rasa itu sudah cukup menyehatkan.
 
Lalu kalau sampai sakit?
itu urusan Tuhan sejauh kita sudah berusaha menjaga kesehatan.
“Kalau sakit terus ke rumah sakit gak ada uang bisa juga repot juga lo mas…”
Itu pikiran sampean yang orientasinya uang melulu.
Karena dengan berkata begitu sampean “jagakne” rumah sakit.
Artinya sedikit-sedikit rumah sakit to.
 
Mungkin sampean beli obat tradisional atau obat di warung juga gak mau.
 
Padahal sakit itu membawa berkah lo…
 
Saudara-saudara yang biasanya gak pernah datang tiba-tiba datang.
Teman-teman yang jauh ikut datang dan mendoakan.
Gula datang sendiri,kopi datang sendiri…
 
Kok bisa?
 
 
La dari mereka yang datang itu?
Bener to…sakitpun masih di beri berkah rejeki loh…
 
 
Nha….kalau sudah begitu kan nanti sampean ngerti mana teman sejati apa teman senang-senang.
Jadi tak perlu repot sampean mengira-ngira teman sampean itu aslinya brengsek apa tidak.
 
Oke…nulise segitu dulu,capek juga loh…
 

291868_291698944192450_885943044_n

Serona bening dari ujung selatan jawa

Sepertinya lama sekali tidak bertemu laut….dan hari ini saya ingin sekali bertemu dengan laut.Ada yang selalu kurang dalam hidup saya jika lama tak bertemu laut.Maklum saja sedari kecil saya hidup di pinggir pantai.Ya kala itu masih sangat kecil sekali keadaan,tidak seperti sekarang yang tambah gendut karena kurang bergerak alias kurang pekerjaan.

Selintas ada orang-orang yang takut akan deburan ombak,namun sesungguhnya mereka hanya takut ombak akan menelanya.

Beberapa kawan mengajak saya bermain ke ujung selatan jawa,tepatnya di daerah kabupaten Trenggalek.Pantai ini bernama KONANG.Entah apalah artinya saya sendiri tidak tahu,tapi yang pasti pantai ini masih sepi pengunjung karena akses dari arah Ponorogo juga sangat sulit medanya.Bahkan beberapa mobil tak kuasa menuju pulang karena jalan yang menenjak dan aspal yang licin.

Saran saya jika musim penghujan harus lebih hati-hati jika hendak bepergian ke sana.

Ketika sampai kami langsung di suguhkan pemandangan nelayan yang sedang menjaring ikan…..bagi orang lain itu menarik,tapi bagi saya itu biasa kaena sudah sering melakukanya sedari kecil.

Tampak antusias orang-orang yang menyaksikan seperti mereka(para nelayan setemapat)adalah tontotonan….belum lagi melihat para pedagang berebut ikan tangkapan yang memang untuk saat ini tergolong langka.

Saya sengaja datang di hari Sabtu karena memang menghindari hari Minggu yang katanya agak rame.Saya tidak suka dengan keramaian karena akan mempengaruhi rasa menikmati sebuah obyek.

Tidak ada retrebusi masuk,jadi anda dengan bebas bisa datang kapan saja,namun untuk kedepan bisa jadi di terapkan bea masuk jika ada perbaikan di sektor tertentu yang berpotensi menarik lebih banyak pengunjung.

Sedikit banyak kami berbincang dengan nelayan setempat….orang-orang penasaran seperti kami selalu tak bisa bersembunyi dari rasa diam.berkenalan dengan sesorang yang tak perlu saya sebut di sini…jauh panjang lebar bercerita ngalor ngidul.

Pantai Konang

Tampak atas pantaiPantai ini lumayan bening dan ombaknya kecil, jika berniat berenang saya sarankan TIDAK,karena dalam bibir pantai tidak berangsur-angsur,tapi langsung dalam.

Kecuali anda nekat ya nggak apa-apa…paling juga tenggelam :p

Akhirnya perut mulai minta penggilinganya di mulai…saatnya makan siang.

Untunglah harga makanan di sini masih setara dengan harga di Ponorogo,untuk seporsi nasi ayam Rp 10.000.Tidak terlalu menguras kantong.

Jadi bisa makan kenyang.

Oh iya..untuk penggemar ikan bakar juga ada,namun pada kali ini saya tidak menyicipi,bukan karena rasanya gak enak ya……….tapi malas.maksud saya malas bayar karena lagi bokek :p

Saya bukan bos yang uangnya banyak,jadi bisa main ke sini saja sudah senang.

saatnya pulang dan….bertemu anak istri di rumah….

Maaf tulisanya belepotan…

===> foto tidak melalui proses editing sama sekali karena saya lebih menyukai kemurnian dari hasil kamera pocket saya.Agar anda bisa menilai secara apa adanya tanpa saya tambahi dan saya kurangi.

Gajimu VS Penghasilanku

=== Tidak selamanya Hidup itu susah terus dan senang terus ===
Beberapa waktu ini saya di pameri usaha dan gaji serta penghasilan teman-teman saya.
Banyak memang dan bagi orang seperti saya itu sangat banyak.
Saya ini orang kecil mas dan mbak…..kalo punya uang lebih saya cuma mau nabung buat kebutuhan anak saya.
Membelikan istri saya pakaian yang layak,menyenangkan anak saya,orang tua dan mertua saya.
Sedekah tentu hal yang paling saya inginkan,namun saya tak pernah menunggu kaya untuk itu…mungkin nilai sedekah saya jauh dari sampean..
Teman yang lain berkata,”mas…ayo lari…teman2 semua sudah kaya,bangkit mas…sampean malah asik duduk”

Sebenarnya saya sudah berlari lebih dulu dan lebih cepat dari bacotnya…berdoa lebih banyak dari keluhanya saat dia miskin(sebelum dia kaya)
Setiap orang melihat saya begitu santai dan sepertinya hidup saya tidak bertarget…tak apa…itu hanya peglihatan kalian .
saya tidak butuh penilainya orang akan kehidupan saya…yang saya butuh di setiap tindakan saya adalah membawa manfaat bagi orang lain selain diri saya.
Bagi teman2 yang kaya,target mereka adalah mobil dan rumah mewah.
Sementara saya?

SEDERHANA SAJA…!!!!

Namun kata SEDERHANA itu seperti menggambarkan kemalasan,kebodohan dalam hidup,dan maaf..SDM RENDAH juga termasuk dalam pikiran mereka terhadap saya.
Tak apa…sekali lagi saya tidak butuh nilai raport kehidupan saya kecuali dari yang maha kuasa.
Setiap orang tentu berusaha,ada yang gagal,ada yang sekali berhasil…
kita di antara lipatan waktu dan putaran dunia…bukan di surga abadi.

Sekali lagi saya tidak mengukur sukses itu dari materi yang saya punya,namun dari segala pojok kehidupan yang bertambah.
Dulu saya ini nakal,pola pikir saya setiap tindakan saya harus menghasilkan uang,setelah dewasa saya tidak berfikir begitu,dan ini bagi saya adalah nilai tambah…dari otak materialistis menjadi tidak serba perhitungan
Kita semua pernah kaya,menjadi bos berkali-kali lebih dari kalian yang sekarang menjadi bos..
Kalian menjadi bos baru sekali itu juga karena kalian punya uang….bukan karena kalian pintar mengedalikan keadaan.
Menjadi bos sejati adalah orang yang mau mengalah untuk anak buah,mengerti keadaan anak buah…jika kita hanya bisa mempekerjakan orang lain itu belum bisa di sebut bos,tapi juragan.
Bagi saya memerintah orang dengan kata-kata itu mudah,tapi membuat orang melakukan sesuatu hal dengan kesadaranya itu yang paling sulit…
Membangun pola pikir…..adalah rentetan pekerjaan rumah saya sejak saya tahu bahwa itu lebih baik daripada membangun sebuah rumah.

Kembali lagi soal gaji dan materi…
Siapa di antara kalian yang pernah sampai pada titik NOL kehidupan?

ayu jujur saja…buat teman-temanku yang suka pamer gaji….

1.Apa kalian siap hidup tanpa siapapun dan tanpa apapun?
2.Berani bikin usaha tidak minta bantuan modal orang lain selain bank,dengan jaminan seadanya yang kalian miliki?
3.Berani dan merasa mampu membuat uang Rp 1000,- untuk cukup memenuhi makan sehari?
4.Berani memberi pinjaman uang saat kalian sendiri butuh uang?
5.Berani tidak melarikan diri menjadi TKI jika kolaps/bangkrut?
6.Siap bangkrut dalam hitungan hari?

Teman2 saya yang baik,di luar sana masih banyak orang yang lebih kaya dari kalian,dengan lebih banyak sedekah daripada pamer.
Meraka semakin kaya karena mereka iklas sedekah,bukan pamer.
Ingatlah…gusti Allah telah mengatur kehidupan ini dengan sangat baik
Beberapa orang tidak butuh materi untuk bahagia
Beberapa orang hanya butuh sebuah keluarga untuk bahagia
Beberapa orang butuh kesederhanaan untuk bahagia
Beberapa orang lebih bahagia jika mampu berbagi tanpa di ketahui orang lain
Beberapa orang lebih suka tidak meminta bantuan yang merepotkan orang lain
Beberapa orang lebih suka hidup di balik layar untuk mengejar ketenangan
Dan…….
Beberapa orang merasa bahagia jika banyak uang
Beberapa orang mersa hidup ini sukses jika lebih banyak uang daripada orang lain
Beberapa orang lebih suka menjadi aktor ketimbang produser
Beberapa orang lebih suka menjadi wayang dari ambisi
Beberapa orang lebih merasa hidup senang dengan hal yang mewah…
Di antara kedua hal ini sudah terlihat perbedaan manusia dari bawaan lahir,ukuran materi dan apa yang di butuhkan dalam hidup ini.
Saya belajar dari mantan saya,dia selalu bilang,menikah dengan orang seperti saya tidak akan bahagia secara materi….makanya dia tidak menikah dengan saya.Dan tenyata itu menjadi rejeki bagi saya secara psikologi….

Tau sendiri kan endingnya bagaimana?

Gajimu VS penghasilanku
Kontras brooooo……..aku hanya butuh kopi dan teman-tamn gila-ku daripada uang…
Aku punya uang seribu bingung mau ngajak ngopi di mana biar cukup.
aku punya rokok sebatang sudah bingung mau ngajak siapa untuk menghabiskan..
aku bisa tertawa bersama temanku saja lebih bernilai dari uangmu….

aku juga pernah kaya,tapi ketika aku kaya teman-temanku malah sungkan padaku…hilanglah sebuah sendi kehidupanku….lalu buat apa kaya tanpa teman untuk menikmatinya?

Karena inilah kehidupan yang aku pilih…bukan yang aku paksakan…

Panen padi Mei 2015

Panen padi Mei 2015

Kangen pilpres lagi

Mendengar kata di atas tentu banyak makna,pertanyaan dan jawaban.
Karena setiap kata begitu bermakna apalagi….tau sendirilah…hahaha…
Beberapa orang tentu bertanya juga,apa artinya ”kangen pilpres?”

Si A menebak kangen suasana FB yang ramai,mungkin dia penjual online yang suka jualan di sela-sela perdebatan.

Si B menebak,kalau pilpres pasti dapat pesangon menjadi KPPS dan pemilih yang di bayar.

Si C berkata saat pilpres adalah kesempatan main judi,yang ini pasti otak judi-nya main.

Tapi maksud saya tidak seperti mereka…maaf…tidak menyerang pendukungnya atau apa,hanya rasanya era paling buruk bangsa Indonesia adalah saat ini,lebih buruk.
Ketika Belanda menjajah kita,banyak orang kelaparan..wajar saja,kan di jajah.
Sekarang bisa di katakan lebih parah.
Saat merdeka,sudah melewati reformasi dan macam-macam..eh malah pada sulit makan.
Anak-anak susah sekolah…kurikulum ganti-ganti.
Semua harga bahan pokok sulit terbeli.
Malah bangsa lain dapat kursi empuk,jatah makan sampai 2050-an.Sedangkan ini masih 2015…..berapa lama coba.
Pemerintahan yang sekarang seperti macan dalam karung,suaranya saja yang terdengar,entah aslinya itu kucing atau malah tape recorder yang di bunyikan.
Negara malah mau di jual…
Dan yang ikut berdosa adalah JASMEV serta PEMRED.
Merekalah yang menggiring opini publik….menjadikan setiap orang tidak buta informasi,tapi info sesat yang di berikan.
Jahat bukan?
Dari yang kemarin sore hidup di hutan,sekarang sudah bisa bicara layaknya orang kota yang mengerti keadaan bangsa ini.
Salah siapa?
Ya salah media dan orang di balik media,orang yang membayar mahal untuk setiap kegiatan JASMEV dan sebagainya.
Politik bagi-bagi kursi itu wajar,tapi ya jangan di kusai sendiri semua di isi orang partainya sendiri.
Kebijakan yang tanpa di rundingkan dengan DPR.
La dia yang mimpin saja ibarat nabi,ngomong apa aja dia gak peduli,yang penting senang hati mami.
Setiap di kritik,media dia bernaung di mainkan.Bikin isu begal,bikin isu apa saja yang gak penting,asal publik bisa di giring ke zona yang dia inginkan.
Anehnya…..sampai detik ini pendukungnya sangat yakin dia mampu membawa bangsa ke arah yang lebih baik.
Yang lebih baik itu yng bagaimana kita juga tidak tahu,mungkin baik bagi dia dan partainya,baik bagi cukong china yang membiayai politiknya.

Ngenes tenan kalau begitu..

Makanya saya kok kangen pilpres….
Apa anda juga kangen?
Kalo kangen telfon dong…..oh iya nomernya saja ternyat palsu kayak alamat penyanyi dangdut….

Tobat cuaaaaah………

Bertahan di atas ketidak pastian

Beberapa orang pernah berkata,kenapa saya tidak pergi saja dari peperangan ini,membiarkan semua ini terjadi begitu saja tanpa harus merasa bersalah.

Namun saya selalu tak mampu menjelaskan alasan saya harus bertahan,meski itu semua menyangkut mereka.Mereka tidak percaya apa yang akan menimpa mereka jika saya melepaskan ikatan ini.Mereka pasti menuduh saya mengada-ada…

Berutunglah istriku mengerti keadaan ini…jika kita menyerah dan pergi mungkin kita bisa kaya akan materi….tapi kampung halaman ini akan menjadi kenangan dari sebuah keserakahan.

Ya..keserakahan dari satu orang yang sangat ambisius  ingin banyak tanah dan banyak uang.Dia mampu membunuh setiap jiwa dan menjadikanya ketakutan setiap saat.Dan dia selalu berada di sekitar kita…Aneh rasanya jika melihat dari tampangnya..tapi itulah kenyataanya…

Sejauh ini dia telah menyerangku ribuan kali dan alhamdulilah Allah masih menyayangiku.Bahkan terkadang anakku serta istriku juga ikut terkena imbas dari peperangan biadab ini.

Dulu aku berfikir dia akan sadar seiring masa tua,tapi ternyata tidak..keserakahan akan duniawi itu ia wariskan kepada anak-anaknya.Sungguh keji sekali….sekilas dia selalu taat ke mushola,tapi itulah kedoknya….merogoh empedu kalian dari dalam.

Tak apa….biasanya hal demikian malah bisa menjadikan kita lebih sabar lagi.

Namun sekarang aku sudah semakin tidak mampu menahan segala seranganya…yang bisa aku pastikan adalah dia menerima segala akibat perbuatanya kepada orang lain.Dan aku juga anak-anaknya menanggng segala akibatnya juga agar keserakahan ini berhenti.

Bukankah mereka tidak tahu apapun tentang peperangan ini?

 

 

iya….sama seperti anakku yang masih belum bisa bicara,juga istriku yang tidak pernah berbuat sesuatu yang merugikanya…karena istriku hanya pendatang saja,dosa apa mereka berdua?Nabiru and moomKadang aku bertanya,”kenapa harus aku yang menjadi penutup pintu ini?”

 

Tapi tak sekalipun aku menemukan jawabnya….

 

 

Tuhan jaga kami,jaga anak istri dan keluarga kami.

Jaga hati kami dari sifat serakah duniawi

Jaga kami dari sifat iri dengki..jauhkan itu semua

Jadikan kami manusia yag pandai bersyukur,bukan pandai mengukur.

 

Transparant status bar dan Center clock

1240665_4546510119974_584989728_n

Tanks for agan @Ramdhan Kurniawan


Hanya Skedar Berbagi hasil modding Statusbar Transparant Center
Clock Syarat : 1. Jellybean Deodex
2. Root
3. Nyali
4. Cemilan / Kopi Buat Sajen “just kidding”

Cara install
1. Download file zip
2. Ekstrak file zip
3. TransSystemUI.apk Reaname Jadi Systemui.apk Push ke
System/App permission “rw rr”
4. Reboot
5. android.policy.jar pusk ke System/ framework Permission “rw rr”
6.Reboot
http://db.tt/QvwoCpxb